Bupati Simon Jadikan Gold Brand Malaka Berstandar Internasional

- Editor

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H.

Betun,jurnal-NTT.com- Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., mengatakan, kenapa harus ada beras Brand Nona Malaka, harus ada Brand kacang lakateu, Kenapa harus ada Brandnya Madu malaka, kripik pisang brand Malaka, kenapa jagung mungkin bisa brandnya jagung manu mewa, karena semua itu adalah goldnya brand dan kita bisa buatkan Narasinya.

“Malaka harus punya merk yang terkenal, sehingga ketika orang menjual beras, harus ada label Malaka, kalau mau beli madu asal dari Timor harus ada brand madu malaka, dan kita akan buatkan Hakinya, termasuk kain yang biasa  dipakai, saya lagi berjuang supaya memiliki brand Malakanya, ungkap Bupati Simon.

Sambung Bupati Simon, jadi tidak sembarangan. Itu yang kita harus cari, dan brand kita harus bermerk standar international. Orang mau makan ikan juga mesti makan ikan Malaka.

Baca Juga  Temukan Penimbunan BBM Solar dan Oli di Gudang, Plt.Kadis Pertanian Malaka Lapor Polisi

Ketika ditanya soal kesiapan Pemerintah terkait hal ini, Bupati Simon menjelaskan, soal lahan kita sudah siap, tidak perlu buat lahan baru. Akan tetapi lahan milik masyarakatlah yang kita berdayakan. Hanya sekarang pemerintah fokus untuk membangun rumah produksi menjadi satu paket. Kalau rumah produksi sudah ada, tinggal pelaksanaannya saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemarin Dolok sudah mau MoU dengan saya mereka juga siap untuk market, mereka juga siap untuk membantu varian baru jadi suportnya. Tentunya saya tidak main-main di Malaka, tetapi saya akan bermain di Jakarta untuk memuluskan semua rencana ini”, ujarnya

Baca Juga  Polres TTU Sita Puluhan Liter Sopi di Tempat Produksi Warga

Di kesempatan yang sama, Bupati Malaka menegaskan tetap prioritas untuk meningkatkan hasil panen, bahkan ia mengatakan tidak hanya omong karena di beberapa tempat sudah siap untuk sumur bor. Selain itu, kita juga segera memperbaiki saluran-saluran yang rusak.

“Inikan kita tidak pernah memprediksi bahwa begitu saya dilantik harus ada bencana Seroja (serangan Roh Jahat) namanya juga bencana jadi kita harus hadapi, kita harus berdamai dengan diri, berdamai dengan keluarga, berdamai dengan sesama, berdamai dengan alam sekitar. Tidak apa-apa kita hadapi pasti ada solusinya”, tutur Bupati Simon

Untuk kaum muda milenial, Dirinya punya program agar adik-adik yang milenial yang aktif untuk mengelolah semua lahan, saya ingin ke depannya setiap desa mesti miliki satu pendamping. Jadi adik-adik saya yang tamatan pertanian, atau bertani, itu juga harus ada atensi dari pemerintah dan itu akan membuat mereka semangat. Satu desa satu pendamping.

Baca Juga  Kabag Umum Setda Diduga Selewengkan Biaya SPPD Staf dan Ajudan Wakil Bupati Kupang

Bupati Malaka kepada media ini kembali menegaskan terkait brand sangat dibutuhkan dalam era perdagangan bebas sehingga harus diurus oleh Bupati melalui dinas terkait.

“Menghadapi era perdagangan bebas ditunjang dengan kecanggihan dunia digital ini, brand yang kita miliki mesti mendapat pengakuan dan perlindungan HAKI-nya. Ini segera diurus oleh Bupati melalui Dinas terkait”, tutup Bupati Simon (*/Oll

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru