Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

- Editor

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEFAMENANU, JURNALNTT – Kementerian Kebudayaan RI bersama Rumah Aspirasi Kaka Stevano menggelar Seminar Semarak Kebudayaan di Aula STIPAS St. Petrus Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Jumat (11/9/2026).

Seminar dengan tema “Merevitalisasi Budaya sebagai Jati Diri Bangsa” ini merupakan bagian dari komitmen Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Stevano Rizki Adranacus, yang duduk di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa STIPAS St. Petrus Kefamenanu, kader GMNI, PERMABI, serta perwakilan organisasi kepemudaan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPR RI Stevano Rizki Adranacus yang diwakili Agustinus Brewon menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dan wakil rakyat dalam menjaga kebudayaan di daerah.

Baca Juga  Paket Gemoy Siap Wujudkan Swasembada Pangan Beras dan Jagung di Kabupaten Kupang

“Melalui Rumah Aspirasi Kaka Stevano, Bapak Stevano ingin memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi wacana di Jakarta, tetapi hidup dan dirawat di daerah, khususnya di TTU. Di Komisi X, beliau melihat langsung tantangan besar di mana modernisasi seringkali membuat kita tercerabut dari akar. Karena itu, revitalisasi budaya adalah harga mati untuk menjaga jati diri bangsa,” ujar Agustinus Brewon dalam paparannya.

Menurutnya, Kabupaten TTU dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya memiliki kekayaan budaya luar biasa, mulai dari tenun ikat, tarian tradisional, bahasa daerah, hingga falsafah hidup yang harus menjadi kebanggaan generasi muda.

Baca Juga  Stunting Masih Menjadi Isu Strategis dan Program Prioritas Perencanaan Pembangunan 2025

“Pesan Bapak Stevano, jangan malu menjadi orang Timor yang berbudaya. Justru budaya lokal kita inilah modal besar untuk bersaing di era global. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Peter Usboko, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap memudarnya nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda akibat derasnya arus globalisasi.

“Semarak Kebudayaan ini kita laksanakan karena keprihatinan bersama. Di tengah arus globalisasi, kaum muda hampir lupa dengan budayanya sendiri,” kata Peter.

la mencontohkan lunturnya budaya terlihat tidak hanya pada tradisi besar, tetapi juga pada kebiasaan sederhana yang menjadi perekat sosial.

Baca Juga  <h1>Taking Your Hot Filipino Girl On Holiday</h1>

“Contoh konkretnya adalah budaya tegur sapa. Sekarang sudah mulai jarang dilakukan, padahal hal-hal sederhana seperti itu merupakan bagian dari budaya yang harus kita pertahankan,” ujarnya.

Peter menambahkan, generasi muda sengaja dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. la berharap materi seminar tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui seminar ini, peserta diharapkanmenjadi pelopor dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi berikutnya, sehingga kebudayaan tetap hidup, relevan, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.***

Facebook Comments Box

Penulis : Mario

Editor : Maryo Usboko

Sumber Berita: JurnalNTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
PIAR – NTT Adukan Dugaan TPPO dan Pemalsuan Dokumen PMI Kupang yang Meninggal di Malaysia
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru