KEFAMENANU, JURNALNTT – Uji coba launching Pasar Perbatasan di Pos Lintas Batas Negara Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, sukses digelar. Acara berlangsung semarak di halaman Kantor PLBN Napan, Jumat (14/8/ 2026).
Hadir dalam acara uji coba launching pasar perbatasan tersebut, Exelentesimu Presidente Komisaun Organizadora Komerativas Mukti -Eventual, Sua Exelencia bersama rombongan, Ketua DPRD TTU, Kapolres TTU, Danramil 1618 – 01/Miomaffo Timur, Kasubsi Pra Penuntutan Kejari TTU, Staf Khusus Bupati TTU Bidang Ekonomi dan UMKM, Staf Khusus Bupati Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Para Pimpinan Perangkat Daerah Setda TTU, Camat Bikomi Utara bersama unsur Forkopimca, Kepala Desa se-Kecamatan Bikomi Utara serta sejumlah besar masyarakat dari TTU dan districk Oecusse.
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo yang meresmikan pasar tersebut menegaskan, pasar perbatasan tidak boleh dipandang sekedar tempat jual-beli. Pasar ini harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan dan etalase produk unggulan TTU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus etalase produk unggulan Kabupaten Timor Tengah Utara,” kata Fallen Kebo.
Sebagai beranda depan NKRI, ia menekankan produk yang dipamerkan di PLBN Napan harus mencerminkan kualitas, kreativitas, dan jati diri bangsa. UMKM TTU ditempatkan sebagai kekuatan utama penggerak ekonomi perbatasan.
“UMKM bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi merupakan kekuatan ekonomi perbatasan, wajah masyarakat, pembawa identitas budaya,” ujarnya.
Orang nomor satu di TTU itu, menyoroti potensi lokal yang bisa diangkat, seperti kain tenun dengan motif dan filosofi lintas generasi, kuliner khas Timor, kopi, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga produk kreatif anak muda. la mendorong pelaku usaha naik kelas melalui perbaikan kualitas, kemasan, branding, sertifikasi, kontinuitas produksi, hingga pemasaran digital.
“Saya ingin suatu saat orang datang ke PLBN Napan bukan hanya untuk melintas batas negara, tetapi juga untuk mencari produk TTU: tenunan, kopi, makanan khas, kerajinan dan produk kreatif anak-anak muda TTU,” tegasnya.
Ia meminta perangkat daerah membangun rantai ekonomi dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi. la juga berharap Pemerintah memberi kemudahan akses bagi warga Oecusse untuk beraktivitas ekonomi di pasar ini.
“Kita memiliki kedekatan yang tidak hanya dibatasi oleh garis batas negara, tetapi juga oleh sejarah, budaya, bahasa daerah yang sama. Batas negara tidak menjadi tembok pemisah, melainkan menjadi pintu yang mempertemukan dan menghadirkan kesejahteraan,” ujarnya.
Mathias Giri selaku ketua panitia menjelaskan , peluncuran ini bertujuan untuk Mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan, Membuka akses pasar lebih luas bagi produk lokal dan UMKM, Meningkatkan daya tarik kawasan perbatasan sebagai pusat perdagangan, Mendorong masyarakat menjadi pelaku ekonomi produktif dan kreatif, serta Membangun ekosistem perdagangan yang tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Mathias menekankan keberhasilan pasar ditentukan dari keberlanjutannya.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pasar ini terus hidup, ramai, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Mathias.
Penulis : Mario
Editor : Maryo Usboko
Sumber Berita: JurnalNTT






