Pembatasan Kegiatan Masyarakat Tak Boleh Mematikan UMKM

- Editor

Sabtu, 10 Juli 2021 - 14:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, jurnal-NTT.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa dan Bali tak boleh mematikan pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di Provinsi NTT.

“Disarankan kalau bisa pemerintah dalam pembatasan itu tidak kemudian menghambat atau mengganggu usaha-usaha dari pelaku UMKM. Jangan sampai pembatasan-pembatasan yang dibuat itu mematikan pelaku usaha UMKM”.

Demikian penegasan Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Jan Pieter Windy, SH.MH, ketika dimintai tanggapannya atas penerapan PPKM di Provinsi NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Jan Windy, pembatasan kegiatan masyarakat harus dipahami sebagai pembatasan kerumunan. Sehingga tidak disalah artikan sebagai pembatasan jam aktivitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha, terutama di sektor UMKM.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Kupang Mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah Bagi Seluruh Umat Kristen di Kabupaten Kupang

“Kita maklum bahwa pemerintah mau mengurangi dampak covid-19. Tapi aparat itu harus paham bahwa yang dibatasi itu adalah kerumunan. Jangan sampai yang dibatasi itu jam aktivitas. Kalau aktivitas tidak ada kerumunan buat apa dibatasi. Yang perlu dibatasi itu seperti pesta-pesta. Itu wajib dibatasi”, ungkapnya.

Politisi Gerindra ini mengaku tidak setuju dengan kebijakan pembubaran paksa para pelaku UMKM seperti usaha kuliner di atas Pukul 21.00 WITA. Para pelaku usaha kuliner harusnya diberi kebebasan untuk berusaha asalkan tidak menciptakan kerumunan dan tetap mentaati protokol kesehatan. Selain itu, menurutnya, virus Covid-19 juga tidak hanya ada di atas Pukul 21.00 WITA.

Baca Juga  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Minta Polres TTU Segera Tangkap Pelaku

“Covid-19 itu tidak hanya ada di atas jam sembilan malam. Jadi kalau tiap malam orang berusaha lalu disuruh berhenti, itu sama saja dengan pemerintah menghancurkan UMKM. Yang perlu dibatasi itu agar para pelaku UMKM itu tidak menciptakan kerumunan. Kan kalau pembeli hanya satu atau dua orang lalu diusir itu kan lucu juga kan. Padahal kecenderungan untuk kerumunan kecil”, ungkapnya.

Baca Juga  Jembatan Penghubung Seroja dan Gua Aplasi Nyaris Ambruk, Pemerintah Diminta Segera Atasi

Ia melanjutkan, untuk bertahan di masa pandemi covid-19 ini, banyak usaha berskala besar mengalami kesulitan. Apalagi pelaku usaha UMKM. Karena itu pemerintah harus menjaga agar UMKM tak boleh mati di masa pandemi ini.

Jan Windy berharap agar di masa pandemi ini, masyarakat tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) dengan tetap melakukan 5M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Membatasi mobilitas dan interaksi. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK
Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B
Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa
Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah
Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober
Musda XI Golkar TTU Usung Kamilus Elu Sebagai Calon Tunggal Ketua DPD II
Penjelasan Pertamina Soal Antrean SPBU di Kefamenanu Dipertanyakan, Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM Subsidi
BBM Langka Lagi di TTU, Warga Duga Ada Permainan Kuota di Depo Pertamina
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:38 WITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Gerak Cepat, BPBD TTU Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Banain B

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:32 WITA

Dari TTU, Siswa SMA Negeri Manamas Belajar Wirausaha dari Kebun Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Aktivitas Pemerintahan TTU Kembali Terpusat, Bupati Targetkan Pindah 22 Oktober

Berita Terbaru

BERITA

Pemkab TTU Serahkan SK Redistribusi untuk 170 Guru PPPK

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:38 WITA

oppo_2

BERITA

Kebakaran di Banain B TTU, Satu Rumah Hangus Tak Bersisa

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:06 WITA