Universitas Brawijaya Dampingi Pengembangan Kuliner Tradisional Khas NTT di Kabupaten TTS

- Editor

Senin, 8 Juli 2024 - 07:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Bidang Agroindustri dan Rekayasa Proses Universitas Brawijaya (UB), Prof.Dr.Ir.Susinggih Wijana, MS, melaksanakan Program Pendampingan Pengembangan Kuliner Tradisional Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Program Dana Padanan (PDP) 2024, Sabtu (6/07/2024).

Ahli Bidang Agroindustri dan Rekayasa Proses Universitas Brawijaya (UB), Prof.Dr.Ir.Susinggih Wijana, MS, melaksanakan Program Pendampingan Pengembangan Kuliner Tradisional Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Program Dana Padanan (PDP) 2024, Sabtu (6/07/2024).

Soe,jurnal-NTT.com – Ahli Bidang Agroindustri dan Rekayasa Proses Universitas Brawijaya (UB), Prof.Dr.Ir.Susinggih Wijana, MS, melaksanakan Program Pendampingan Pengembangan Kuliner Tradisional Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Program Dana Padanan (PDP) 2024, di Kabupaten TTS, Provinsi NTT, Sabtu (6/07/2024).

Dalam penyampaiannya, di hadapan Kelompok Tani Tunas Muda yang berlokasi di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Butih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Prof Susinggih mengatakan, kuliner tradisional merupakan bagian integral dari identitas budaya suatu daerah.

Menurutnya, program pendampingan pengembangan kuliner tradisional khas NTT tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk melestarikan dan mempromosikan warisan kuliner lokal NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Susinggih menjelaskan, melalui program pendampingan pengembangan kuliner tradisional khas NTT tersebut, UB ingin membantu masyarakat dengan cara melestarikan dan mengembangkan potensi kuliner tradisional NTT agar dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang positif.

Baca Juga  Wabup Malaka, Kunjungi Bank NTT Capem Weliman

Program pendampingan pengembangan kuliner tradisional Khas NTT ini, lanjut Prof Susinggih, meliputi berbagai kegiatan, antara lain: pertama, Pendampingan Produksi Kuliner Tradisional yakni memberikan pendampingan secara intensif kepada para pelaku usaha kuliner lokal serta Unit Pengolah Hasil tentang teknik produksi kuliner tradisional khas NTT, dengan penekanan pada penggunaan bahan-bahan lokal dan metode pemasakkan sederhana agar mudah diaplikasikan.

Kedua, Inovasi Menu yakni mengembangkan variasi menu tradisional dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan keaslian rasa dan cara penyajian.

Baca Juga  Pegiat Anti Korupsi Desak Bupati TTU Jelaskan ke Publik Terkait Dugaan Lindungi Terpidana Korupsi

Ketiga, Manajemen Usaha Kuliner yakni memberikan bimbingan tentang manajemen usaha kuliner, termasuk aspek pemasaran, pengemasan, dan distribusi produk kuliner tradisional.

Kegiatan program pendampingan pengembangan kuliner tradisional khas NTT ini dihadiri Kelompok Tani Tunas Muda yang berlokasi di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Butih, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan pemerintah daerah, pelaku usaha kuliner lokal, anggota UPH jagung, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti program ini.

Peserta kegiatan pendampingan pengembangan kuliner tradisional yang terdiri dari pelaku usaha kuliner lokal, kelompok tani, dan generasi muda NTT menyambut baik program ini.

Baca Juga  Gubernur NTT Pertanyakan Soal Proyek Garam Di Malaka, Bupati Simon: Harus Dijalankan

Peserta kegiatan berharap dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengelola usaha kuliner tradisional.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT, sehingga harapannya pemerintah daerah dapat berkontribusi dalam mempertahankan keberlanjutan produksi kuliner tradisional dan memperluas jaringan pasar.

Selain itu, Prof Susinggih selaku ketua pengusul PDP tahun 2024 juga berharap program ini dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain untuk melestarikan dan mengembangkan kuliner tradisional Indonesia.

“Dengan adanya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan kuliner tradisional NTT dapat semakin dikenal dan diapresiasi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional”, pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA