Henry Simu Minta Pemkab Malaka Angkat Guru Honor Komite menjadi Tenaga Kontrak Daerah

- Editor

Senin, 11 Maret 2024 - 09:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Henry Melky Simu. Foto/net.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Henry Melky Simu. Foto/net.

Betun,jurnal-NTT.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Henry Melky Simu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka untuk merekrut para guru tenaga honor komite menjadi tenaga kontrak daerah.

Henry Simu mengatakan hal itu kepada media ini, Senin (28/02/2024).

Menurutnya, seharusnya dalam perekrutan tenaga kontrak daerah (Teda) tahun 2024, Pemkab Malaka perlu memprioritaskan para guru tenaga honor komite yang sudah puluhan tahun mengabdi.

Menurutnya, nasib guru honor komite di Kabupaten Malaka sangat memprihatinkan. Para guru honor komite ini diupah sangat rendah. Akibatnya, mereka tidak melaksanakan tugas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara baik.

Karena upah rendah maka para guru honor komite ini cenderung mencari pekerjaan sampingan lain untuk menghidupi diri dan keluarga.

“Kalau dia hanya honor komite, tanggung jawab dia (guru honor komite) juga berkurang. Dia tidak serius. Dan dibayarnya (upah) juga tidak tentu. Kesejahteraan mereka juga berkurang. Mungkin hanya dibayar dengan dua ratus ribu atau dua ratus lima puluh ribu rupiah per bulan”, jelasnya.

Baca Juga  Paket Oase Dapat Rekomendasi Dukungan dari DPP Partai Hanura

Sementara itu, kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, Yanuarius Boko, mengatakan, perekrutan Teda bukan merupakan urusannya.

Kewenangan perekrutan tenaga kontrak daerah merupakan urusan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Ia mengaku akan lebih senang jika guru-guru honor komite tersebut diangkat menjadi Teda.

“Perekrutan Teda itu bukan kewenangan saya. Itu kewenangan BKPSDM. Saya malah senang kalau guru-guru honor komite diangkat menjadi Teda. Supaya mereka lebih sejahtera”, pungkasnya. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru