Akui Sampah Di Kota Betun, Gabriel Manek: Ini Tangunggung Jawab Pemerintah Maupun Masyarakat.

- Editor

Jumat, 8 Oktober 2021 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betun, JurnalNTT.com – Plt Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Malaka, Gabriel Meni Tae, mengakui terkait Persoalan tumpukan sampah di depan pertigaan Koperasi Liurai Betun, Yayasan Pendidikan Liurai, SMK Wilibrodus, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka,sebenarnya merupakan tanggung jawab kita bersama baik pemerintah maupun masyarakat, Jumad, (8/10/2021).

Gabriel mengakui bahwa sampah di Kota Betun memang kotor. dan memang ini adalah tugas dan tanggungjawab kita. Namun sementara ini dinas lingkungan hidup yang dulunya bergabung dengan PUPR yang saat ini sudah berdiri sendiri sehingga untuk menangani itu sementara ia akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Bupati Malaka terkait masalah sampah di Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka,” tuturnya

Baca Juga  Pengadaan Sapi di Desa Weain, Kecamatan Rinhat, Malaka Diduga Sarat KKN

lagi pula hingga saat ini kita belum punya kantor sementara para pegawai kami ini, ada yang di PUPR ada yang disini. Jadi untuk ini pasukan kuning itu yang menangani sampah. Sementara kita menunggu SPT dialihkan kesini. Kami di sini belum ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sepertinya tanggung jawab sepenuhnya belum diserahkan ke kita. Memang dalam aturan sudah hanya kita belum karena nomenklaturnya masih dinas perhubungan dan lingkungan hidup”, jelasnya.

Baca Juga  PDAM Kabupaten Kupang Diminta Bentuk Zona Pelayanan dan Peta Jaringan Perpipaan di Enam Kecamatan

Kendala itu hanya karena kontrak pasukan kuning itu belum ada. Konsekwensinya logistik belum ada dan kendala Soal personil. PNS 7 orang. saya sebagai kepala bidang kebersihan dan 4 pegawai ASN dan 1 orang yang berkasnya ada disini .

Dirinya mangakui bahwa pihaknya tidak bisa mengelak bahwa itu bukan tanggung jawabnya, dengan tegas ia mengatakan ini memang tanggung jawab pihak kami.

Baca Juga  Ini Capaian 6 Bulan Kepemimpinan SN-KT, Lanjutkan Pemberantasan Korupsi

“Besok kita bangun komonikasi dengan PUPR dan meminta petunjuk ke bupati, karena pekerjaan sampah ini belum ada TPA yang jelas. Tetapi harus segera dilakukan karena kebersihan itu penting”, bebernya

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA