STIKUM Prof.Dr.Yohanes Usfunan SH.MH Siap Lepas 19 Orang Sarjana Hukum

- Editor

Jumat, 23 Desember 2022 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur STIKUM, Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.MH, sendang menyematkan selempang kelulusan untuk salah satu lulusan STIKUM. Foto: istimewa.

Direktur STIKUM, Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.MH, sendang menyematkan selempang kelulusan untuk salah satu lulusan STIKUM. Foto: istimewa.

Kupang, jurnal-NTT.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.,MH, melantik 19 lulusan Sarjana Hukum ke tengah masyarakat. Pelepasan 19 Sarjana Hukum itu dilaksanakan melalui acara Pelantikan Lulusan STIKUM Prof.Dr.Yohanes Usfunan, SH.MH yang digelar pada Senin (19/12/2022).

Kepada media usai acara pelantikan lulusan STIKUM, Direktur STIKUM, Prof. Dr.Yohanes Usfunan, SH.,MH, Senin (19/12/2022) di Kampus STIKUM di Nasipanaf, Kecamatan Taebenu, Kabupataen Kupang mengatakan, angkatan pertama Stikum sebanyak 56 orang. Dari jumlah tersebut 19 diantaranya telah mengikuti yudisium hari ini dan siap wisuda 27 Desember mendatang. Wisuda STIKUM rencananya dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtillu Laiskodat.

Menurut Prof. Usfunan, yudisium ini sebagai satu bukti legitimasi bahwa kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIKUM) yang didirikan Tahun 2018 lalu sudah bisa menghasilkan sarjana hukum.

“Ini adalah salah satu bentuk akuntabilitas STIKUM kepada masyarakat yang mempercayakan keluarganya, anaknya-anaknya kuliah di sini. Kemudian ini juga sebagai pertanggungjawaban kepada pemerintah, kementerian pendidikan tinggi dan pemerintah daerah,” kata Profesor Usfunan.

Dia menjelaskan, lembaga STIKUM ingin agar lulusannya setara dengan sarjana hukum yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi lainnya bahkan jika bisa lebih baik dari lulusan perguruan tinggi negeri. Karena itu, system perkuliahan STIKUM tidak hanya teoritis, namun juga ada pratek hukumnya.

“Memang dalam Visi kami itu, lulusan STIKUM out put nya harus setara dengan perguruan tinggi bahkan kalau bisa lebih. Yang saya maksudkan lebih itu berkaitan dengan praktek- praktek hukum dan di sini baru semester satu mereka (Mahasiswa) sudah praktek hukum. Bagaimana mereka mengenal dunia pengadilan melalui system perkuliahan. Bagaimana tempat ini di jadikan sebagai peradilan semu, ada yang jadi jaksa, hakim, ada yang jadi tersangka, polisi dan macam macam. Kalau perkara perdata, ada yang jadi tergugat,dan ada yang jadi penggugat,” jelasnya.

Baca Juga  Hadiri Launching Apkasi Otonomi Expo 2022, Bupati Simon: Peluang Untuk Memajang Produk Unggulan Malaka.

Prof. Yohanes Usfunan menambahkan, spesifikasi STIKUM selain aspek teoritis, aspek prakteknya di tonjolkan. Kalau aspek praktikalnya terlau rendah juga tidak boleh. Jadi di sini 60 persen untuk pemahaman hukum dan 40 persen prakteknya.

“Selain proses Peradilan, STIKUM juga mengajarkan mahasiswa cara membentuk sebuah peraturan daerah (Perda), membuat peraturan desa (Perdes), membuat gugatan dan dan cara membuat surat keputusan,” ucapnya.

Dikatakan Prof. Usfunan, dalam waktu yang tidak terlalu lama STIKUM akan membuat program S2 ( Megister Hukum) dan S3 (Doktor Hukum). Hal ini bertujuan agar masyarakat NTT yang berniat menekuni dunia hukum tidak perlu jauh-jauh pergi sekolah ke Pulau Jawa.

Baca Juga  STIKUM Prof Yohanes Usfunan Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru S1 Planologi dan S2 Kajian Budaya

“Lalu berkaitan dengan kerjasama, kami sudah bekerja sama dengan Timor Leste dan bulan Juli yang lalu mereka datang Studi Banding di sini. Kedepan kami secepatnya ingin membuat S2 dan S3. Saya tidak membuat Universitas karena terlampau luas dan managementnya cukup rumit,” ungkapnya.

Putra asli Kabupaten TTU ini juga menjelaskan system perkuliahan STIKUM. Para pengajar yakni Magister yang tetap dan doktor yang tetap dibantu juga oleh Profesor dan Doktor-Doktor dari Undana dan Udayana Bali.

“Ini kerjasama kami agar mahasiswa yang lulus dari STIKUM benar-benar profesional dalam bidang mereka (Mahasiswa) karena sudah terbiasa bertemu Profesor dan Doktor,” tandasnya. (epy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU
18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan
Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas
Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa
BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan
Pater Krispinus dan Revolusi Hijau di Timor Tengah Utara
Tim Wasev Sterad Tinjau Jembatan Merah Putih, Warga Oenak Suarakan Harapan Baru
Pemkab TTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp 231 Juta untuk Korban Gempa di Ende dan Nagekeo
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Rumah Aspirasi Kaka Stevano dan Kementerian Kebudayaan Gelar Seminar Revitalisasi Budaya di TTU

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WITA

18 Tahun Menjanda, Sisilia di TTU Bertahan di Rumah Rusak Tanpa Bantuan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:32 WITA

Solidaritas Kabupaten TTU untuk Flores, 3 Truk Logistik Dilepas

Jumat, 4 September 2026 - 06:39 WITA

Wabup TTU Instruksikan Update Data Kependudukan Bulanan, Camat dan Kades Diminta Perketat Pengawasan Desa

Kamis, 3 September 2026 - 20:08 WITA

BPPD NTT Susun Rencana Aksi 2028, Wabup TTU Soroti 5 Agenda Pembangunan Perbatasan

Berita Terbaru