Upaya Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Pupuk, Dalam Kegiatan Program Dana Padanan di Nagekeo

- Editor

Sabtu, 6 Juli 2024 - 17:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan penyampaian materi pelatihan dan penyuluhan oleh Dr. Ir. Nur Hidayat, MP, terkait potensi pemanfaatan pupuk organik berbahan baku lokal

Kegiatan penyampaian materi pelatihan dan penyuluhan oleh Dr. Ir. Nur Hidayat, MP, terkait potensi pemanfaatan pupuk organik berbahan baku lokal

Mbay, jurnal-NTT.com – Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Nusa Cendana Kupang bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) serta Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT pdalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan dan penggunaan pupuk organik di Mbay, Nagekeo, Rabu (08/05/2024).

Kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan dan penggunaan pupuk organik tersebut dilaksanakan melalui Program Dana Padanan Kemenristek Dikti di Ibu kota Mbay Nagekeo.

Dalam materinya, Pakar Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, MP, mengatakan, dalam upaya untuk mendorong pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, para peneliti dan petani di Indonesia kini semakin mengembangkan pembuatan pupuk organik dengan menggunakan biomassa.

Menurut Prof Nur Hidayat, Biomassa, yang terdiri dari bahan-bahan organik seperti limbah pertanian, sampah organik, dan sisa-sisa tanaman, dapat diolah menjadi pupuk organik yang kaya akan nutrisi bagi tanaman.

Ia mengatakan, dalam penggunaan pupuk organik dari biomassa lokal juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, petani dapat menghemat biaya produksi dan meningkatkan keuntungan mereka.

Program pelatihan dan penyuluhan tersebut lanjutnya, dilaksanakan untuk membantu petani mengadopsi teknologi dan mengoptimalkan hasil panen mereka. Pembuatan pupuk organik merupakan alternatif yang dapat dilakukan yakni mengubah limbah pertanian menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.

Baca Juga  Program Vaccine Goes to School Dilaksanakan di Tingkat Kecamatan

Ia menjelaskan, proses pembuatan pupuk organik ini melibatkan pengumpulan biomassa, pengomposan, dan pengolahan lanjutan untuk menghasilkan pupuk yang kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium, yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.

Menurutnya, dalam penggunaan pupuk organik dari biomassa lokal juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, petani dapat menghemat biaya produksi dan meningkatkan keuntungan mereka. Program pelatihan dan penyuluhan juga telah dilaksanakan untuk membantu petani mengadopsi teknologi ini dan mengoptimalkan hasil panen mereka.

Baca Juga  Saksi Ahli Sebut Utang-Piutang Antara Pengusaha WL dan Yano Laimonta Tak Bisa Disidang Pidana

Kegiatan pelatihan dan penyuluhan tersebut melibatkan mahasiswa MBKM Universitas Brawijaya serta masyarakat Sekunder 2 Marapokot, Ibukota Mbay Nagekeo. Mahasiswa dan masyarakat melakukan kegiatan pembuatan pupuk organik.

Pembuatan pupuk organik dari biomassa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan.

Prof Nur Hidayat berharap, pertanian organik dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan petani. Pembuatan pupuk organik dari biomassa adalah langkah penting menuju masa depan pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan
Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur
Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat
Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal
Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu
Mahasiswa dan Keluarga dr. Icha Demo di DPRD TTU, Desak Pecat 3 Anggota Dewan
Adat Jalan, Hukum Jalan – Keluarga Dokter Icha Tantang Oknum DPRD TTU Lewat Sumpah Adat
Diduga Intimidasi Dokter Jaga, 3 Orang Anggota DPRD TTU dan Dokter Hewan Dilaporkan ke Polda NTT
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WITA

Diduga Langgar Pasal 530 KUHP, Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Masuk Penyidikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:37 WITA

Viktor Laiskodat, Serap Aspirasi Pendidikan dan Pertanian Warga Miomaffo Timur

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:08 WITA

Dari Ruangan Bupati Hingga Landasan : Kisah di Balik Nama Bandara Jack Ukat

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:20 WITA

Menjawab Penantian Panjang, Bandara Jack Ukat Buktikan TTU Tak Lagi Tertinggal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:37 WITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Berita Terbaru

BERITA

Subsidi Tiket Pesawat, Harapan Warga Kefamenanu

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:37 WITA