DILI,jurnalntt.com|| Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) resmi membuka Dili International Trade Expo 2025 sebagai momentum baru memperkuat kolaborasi ekonomi regional dan global.
Ajang perdagangan internasional ini diadakan di Municipal Market of Dili di kota Dili pada tanggal 28 Agustus 2025.
Hadir jajaran pejabat tinggi negara, perwakilan negara sahabat.
Pameran berskala lokal ini menghadirkan 157 perusahaan lokal serta investor dari sembilan negara sahabat yang sudah dipastikan ikut, yaitu: China (Makau), Indonesia, Kamboja, Filipina, India dan Brunei Darussalam.
Pembukaan Expo berlangsung dengan meriah dengan kehadiran Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao.
Sebanyak 250 stand pameran diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Timor Leste.
Usai menghadiri pembukaan Expo, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma bersama jajaran Perangkat Daerah melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL).
Mereka diterima langsung oleh Menteri Miguel Marques Gonçalves Manetelu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda penting mengenai konektivitas darat, laut, dan udara antara NTT dan Timor-Leste.
Beberapa poin yang dibicarakan antara lain :
1. Rencana pembukaan rute penerbangan Kupang – Dili – Darwin serta Kupang – Dili – Labuan Bajo.
2. Penguatan jalur perhubungan laut Kupang – Atapupu – Dili – Kalabahi.
3. Evaluasi keterbatasan kuota muatan angkutan darat lintas batas.
4. Penawaran sistem pembayaran digital lintas negara melalui Bank NTT.
Menteri Miguel Marques Gonçalves Manetelu menyambut baik gagasan tersebut dan menegaskan pentingnya percepatan kerja sama.
Melalui Dili International Trade Expo 2025, kami ingin menunjukkan komitmen Timor Leste untuk mengembangkan potensi ekonomi nasional yang berbasis pada produk unggulan seperti kopi, perikanan, pariwisata, dan energi.
Expo ini juga menjadi ruang bagi kita untuk menjalin kolaborasi dengan mitra regional maupun global, mendorong investasi, serta memperkuat daya saing Timor Leste di kancah internasional.
Kami percaya, langkah ini akan membuka generasi baru bagi generasi muda, menciptakan lapangan kerja, dan memperkokoh ide pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Infrastruktur transportasi adalah syarat mutlak untuk pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan pariwisata bersama,” tutupnya.(Vir).



